Backup System | SYSTEM KOMPUTER | BACK SYSTEM | - Back up, jika di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, maka ini dapat berarti “cadangan”, yang
mana pada konteks ini merujuk pada membuat cadangan data/file pada
komputer. Sebenarnya banyak cara dapat dilakukan untuk melakukan backup, misalnya cara yang paling sederhana adalah dengan meng-copy-kan
data secara langsung ke media penyimpanan misalnya disket ataupun
CD-ROM. Ini merupakan cara yang sederhana, tetapi kelemahannya adalah
data menjadi terlalu mudah diakses oleh pihak-pihak yang tidak
diinginkan untuk mengakses, dan juga permasalahan akan timbul jika data
dalam jumlah yang besar, semisalnya data yang harus di backup oleh seorang administrator jaringan, data yang ada akan terus berkembang sehingga mempersulit kerja dari administrator.
Semua kegiatan praktikum dilakukan di server. Cara mengakses server yaitu dengan menggunakan remote dengan ssh melalui komputer client. Adapun cara untuk meremote server adalah dengan menjalankan perintah berikut ini:
Maka, untuk itu diperlukan metode yang tepat untuk melakukan backup, “tepat”
disini berarti bahwa cara tersebut dapat membundel banyak file atau
direktori menjadi sebuah file saja, dan tidak boleh dilupakan pula
mengenai penghematan space dan juga perlu diperhitungkan masalah keamanan juga. Jadi sebaiknya seorang administrator mengetahui cara melakukan backup
dengan metode kompresi, karena dengan metode ini banyak file yang
dapat dibundel menjadi satu , disamping itu dapat menghemat ruang
penyimpanan, dan juga dapat lebih aman, karena dapat ditambahkan
password pada filenya.
Semua kegiatan praktikum dilakukan di server. Cara mengakses server yaitu dengan menggunakan remote dengan ssh melalui komputer client. Adapun cara untuk meremote server adalah dengan menjalankan perintah berikut ini:
- Buka terminal
- Kemudian tekan enter, setelah itu akan muncul pertanyaan “are you sure you want to continue connecting (yes/no)?”, jawab “yes” dan tekan enter.
- Setelah itu, masukkan password komputer server tersebut dan tekan enter.
Membuat Direktori dan File
Setelah
berhasil remote server, selanjutnya membuat file dan direktori di
komputer server yang telah diremote. Adapun file dan direktori yang
harus dibuat yaitu: direktori praktikum3 yang dibuat dalam direktori
/home. Kemudian isi dari direktori praktikum3 adalah direktori latihan1
dan latihan2. Di dalam direktori latihan1 terdapat file1 dan file2. Dan
dalam direktori latihan2 terdapat file3 dan file4.Berikut ini
merupakan langkah-langkah membuat file dan direktori tersebut:
- Pertama menentukan letak direktori yang akan dibuat. Dalam hal ini direktori yang dibuat diletakkan di direktori /home. Cara untuk pindah ke direktori /home adalah dengan mengetikkan perintah “cd /home” kemudian tekan enter,
- Direktori praktikum3 dibuat dengan mengetikkan perintah “mkdir praktikum3” kemudian tekan enter,
- Pindah ke direktori praktikum3 dengan mengetikkan perintah “cd praktikum3” kemudian tekan enter,
- Membuat direktori latihan1 dengan mengetikkan perintah “mkdir latihan1” kemudian tekan enter,
- Membuat direktori latihan2 dengan mengetikkan perintah “mkdir latihan2” kemudian tekan enter,
- Pindah ke direktori latihan1 dengan mengetikkan perintah “cd latihan1” kemudian tekan enter,
- Membuat file1 di direktori latihan1 dengan mengetikkan perintah “vim file1” kemudian tekan enter,
Maka akan muncul lembar kerja vim teks editor, untuk simpan dan keluar tekan “:wq”.
- Membuat file2 di direktori latihan1 dengan mengetikkan perintah “vim file2” kemudian tekan enter,
- Pindah ke direktori latihan2 dengan mengetikkan perintah “cd latihan2” kemudian tekan enter,
Maka akan muncul lembar kerja vim teks editor, untuk simpan dan keluar tekan “:wq”.
- Membuat file3 di direktori latihan2 dengan mengetikkan perintah “vim file3” kemudian tekan enter,
Maka akan muncul lembar kerja vim teks editor, untuk simpan dan keluar tekan “:wq”.
- Membuat file4 di direktori latihan2 dengan mengetikkan perintah “vim file4” kemudian tekan enter,
Maka akan muncul lembar kerja vim teks editor, untuk simpan dan keluar tekan “:wq”.
Konfigurasi Source List
Source list digunakan untuk mengatur alamat server dari suatu repository yang akan di download. Source list diatur dalam: /etc/apt/sources.list, untuk mengaturnya dengan mengetikkan perintah berikut ini:
vim /etc/apt/sources.list
Kemudian akan muncul vim teks editor dan ketikkan:
|
deb http://spawn.ilkom.unud.ac.id/ubuntu hardy main universe multiverse restricted
|
Kemudian simpan dan keluar dengan menggetikkan “:wq”. http
://spawn.ilkom.unud.ac.id/ubuntu merupakan alamat tempat repository di download, hardy merupakan versi dari Linux Ubuntu. Setelah selesai mengkonfigurasi source list sebaiknya dilakukan update agar perubahan yang dilakukan dapat berfungsi sebagaimana mestinya dengan mengetikkan perintah berikut di terminal :
://spawn.ilkom.unud.ac.id/ubuntu merupakan alamat tempat repository di download, hardy merupakan versi dari Linux Ubuntu. Setelah selesai mengkonfigurasi source list sebaiknya dilakukan update agar perubahan yang dilakukan dapat berfungsi sebagaimana mestinya dengan mengetikkan perintah berikut di terminal :
aptitude update
- SNMP
Menurut http://id.wikipedia.org/wiki/SNMP (2009), SNMP singkatan dari Simple Network Management Protocol
merupakan protokol standard industri yang digunakan untuk memonitor
dan mengelola berbagai perangkat di jaringan Internet meliputi hub,
router, switch, workstation dan sistem manajemen jaringan secara jarak
jauh (remote).
Menurut
http://www.pcmedia.co.id (2005), SNMP terdiri dari sejumlah NMS yang
berhubungan dengan perangkat TCP/IP biasa yang disebut managed nodes.
SNMP manager pada NMS dan SNMP agent pada managed nodes
mengimplementasikan SNMP dan memungkinkan informasi manajemen jaringan
dikirim. SNMP application berjalan pada NMS dan menyediakan interface
untuk administrator, dan memungkinkan informasi dikumpulkan dari MIB
pada masing-masing SNMP agent.
NMS yaitu Network Management Station
yang merupakan perangkat jaringan khusus yang menjalankan software
tertentu agar dapat mengatur managed nodes. SNMP manager pada NMS
merupakan program yang mengimplementasikan SNMP sehingga NMS dapat
mengumpulkan informasi dari managed notes dan mengirim perintah kepada
mereka. SNMP agent pada managed nodes merupakan program yang
mengimplementasikan protokol snmp dan memungkinkan managed notes
memberikan informasi kepada NMS dan menerima perintah darinya.
MIB yaitu Management Information Base yang
menentukan jenis informasi yang disimpan tentang node yang dapat
dikumpulkan dan digunakan untuk mengontrol managed nodes. Untuk
menginstall snmp, lakukan perintah berikut ini di terminal:
aptitude install snmp
Setelah
proses installasi selesai, selanjutnya adalah proses konfigurasi,
namun sebelum melakukan konfigurasi ada baiknya file defaultnya di
backup dengan melakukan perintah berikut:
mv /etc/snmp/snmp.conf /etc/snmp/snmp.conf.old
- RSYNC
RSYNC
merupakan perintah untuk melakukan peng-copy-an atau backup file atau
direktori melalui jaringan. Agar rsync dapat dijalankan, maka rsync
harus diinstall di komputer yang akan digunakan. Berikut ini merupakan
perintah installasi:
aptitude install rsync
Untuk menjalankan perintah rsync, ketikkan perintah berikut: rsync -av [file yang dicopy] [tujuan]. Disini akan dilakukan backup dari client ke server, yaitu mengcopy direktori Praktikum3 yang berisi file latihan_rsync yang berada di komputer client. Berikut ini merupakan langkah-langkahnya:
- Untuk mengaktifkan komputer client dilakukan dengan membuka terminal baru, yaitu dengan menekan tombol ctrl+shift+t, dimana terminal 1 merupakan server, dan terminal 2 merupakan client.
- Membuat direktori di client dengan nama Praktikum3, kemudian membuat file di dalam direktori Praktikum3 dengan nama latihan_rsync.
- Untuk mengcopy direktori dari client ke server atau sebaliknya lakukan langkah berikut:rsync -av [direktori yang akan dicopy] [alamat server/client]:[alamat lokasi penempatan]Contoh:rsync -av Praktikum3 root@172.16.164.110:/home/Prak tikum3/Latihan2Kemudian tekan enter, setelah itu akan diminta untuk memasukkan password dari komputer server.
- SCP
SCP
merupakan perintah yang digunakan untuk mengcopy file atau direktori
melalui jaringan. Perbedaan antara rsync dengan scp yaitu rsync dapat
mengcopy direktori utuh dengan file-file didalamnya, sedangkan pada scp
direktori yang dicopy harus di compress terlebih dahulu.
Berikut ini merupakan langkah mengcopy direktori atau file dengan menggunakan scp:
- Kompres direktori Praktikum3 yang terdapat di client. Perintah kompress adalah tar -cvf namafile.tar namafile, Jadi untuk mengkompres direktori Praktikum3 dilakukan dengan mengetikkan perintah berikut di terminaltar -cvf Praktikum3.tar Praktikum3Kemudian tekan enter.
- Copy Praktikum3.tar ke server dengan mengetikkan perintah berikut:scp praktikum3.tar root@172.16.164.110:/home/Praktikum 3/Latihan2
- Kemudian file yang di copy ke server diekstrak. Perintah ekstrak adalah tar -xvf [namafile].tar. Untuk mengekstrak file Praktikum3.tar dengan mengetikkan perintah berikut di terminal 1 yang merupakan komputer server:tar -xvf Praktikum3.tar
Kemudian tekan enter, setelah itu akan diminta untuk memasukkan password dari komputer server.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar